Senin, 19 September 2016

Al-Qur'an, Kitab yang Penuh Berkah

Membaca Al-Qur'an dengan perenungan, pendalaman dan tadabbur merupakan satu dari sekian banyak sebab kebahagiaan dan kelapangan hati. Allah menyifati kitab-Nya ini sebagai petunjuk, cahaya, dan penawar atas semua yang ada di dalam dada. Di samping itu, Allah juga menyifatinya sebagai rahmat.

Perhatikan firman Allah di bawah ini:
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) di dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Yunus: 57)

"Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci."
(QS. Muhammad: 24)

"Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an? Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya."
(QS. An-Nisa: 82)

"Ini adalah kitab yang Kami turunkan kepadamu dengan penuh berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran."
(QS. Shad: 29)

Kalangan ahlul ilmi mengatakan, "Membacanya, mengamalkannya, menjadikannya sebagai sumber hukum, dan mengambil istinbath darinya sudah merupakan berkah."

Seorang yang salih berkata, "Aku pernah merasakan kesuntukan (yang hanya diketahui oleh Allah) dan dilanda keresahan yang membatu. Maka, segera aku mengambil mushaf Al-Qur'an, dan membacanya. Tiba-tiba saja kesuntukan itu lenyap, dan Allah menggantikannya dengan kegembiraan dan keriangan."

"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus."
(QS. Al-Isra: 9)

"Dengan kitab itu Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan."
(QS. Al-Ma'idah: 16)

"Dan, demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur'an) dengan perintah Kami."
(QS. Asy-Syura: 52)

(La Tahzan, Dr. 'Aidh al-Qarni)

Sabtu, 21 Mei 2016

Orang yang Bersabar Akan Mendapatkan yang Terbaik

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud: Jalan keluar dan kelapangan hati itu ada dalam keyakinan dan keridhaan hati. Sedangkan keresahan dan kesedihan itu ada dalam keraguan dan ketidaksukaan.

Dia juga pernah mengatakan, "Orang yang banyak bersabar akan memperoleh yang terbaik."

Aban bin Taghlab mengatakan, "Saya pernah mendengar seorang Arab Badui berkata: 'Sikap yang paling baik dari seseorang akan muncul ketika ia ditimpa musibah, karena ia akan menjadikan sabar sebagai senjata menghadapi musibah tersebut dan akan memberinya inspirasi untuk selalu berharap agar musibah itu segera berakhir. Dan karena kesabarannya, ia seperti melihat jalan keluar dan pertolongan itu berada di depan matanya. Ini terjadi lantaran tawakal dan prasangka baiknya kepada Allah. Ketika orang telah sampai pada tingkatan ini, Allah pasti akan memberikan semua yang dibutuhkan, menghilangkan semua yang menyulitkan, dan mengabulkan semua permintaannya. Dan, dia selamat bersama agama, kehormatan, dan kepribadiannya."

Al-Ashma'i meriwayatkan dari seorang Arab Badui yang mengatakan, "Takutlah terhadap keburukan yang muncul dari tempat yang baik, dan berharaplah kebaikan dari tempat yang buruk. Sebab, bisa jadi kehidupan itu ada karena adanya permintaan untuk mati, dan bisa jadi kematian itu terjadi karena adanya harapan untuk tetap hidup. Dan, tak jarang rasa nyaman itu datang dari rasa takut."

Jika mata perhatian mengawasimu maka tidurlah,
sebab semua bencana aman semuanya.

Seorang yang bijaksana mengatakan, "Orang yang berakal akan menghibur dirinya dari hal-hal yang tak disukai karena menimpanya. Alasannya:

Pertama, ia bisa gembira karena masih ada sesuatu untuknya. Kedua, karena ia masih dapat mengharapkan jalan keluar dari apa yang menimpanya.

Sebaliknya, orang yang bodoh akan ketakutan menghadapi ujian yang menimpanya, karena:

Pertama, ia harus banyak merengek bantuan kepada orang lain. Kedua, ketakutannya akan sesuatu lebih besar dari yang akan menimpanya.

Sebagaimana disebutkan di atas, ujian itu adalah program latihan dari Allah yang ditetapkan kepada makhluk-Nya, dan latihan Allah akan membukakan hati, pendengaran, dan penglihatan.

Al-Hasan bin Sahl menggambarkan ujian itu sebagai berikut:

Dalam ujian itu ada penghapusan dosa, ada peringatan agar tidak lalai, ada tawaran untuk mendapatkan pahala dengan cara bersabar, ada saat untuk mengingat nikmat, ada harapan untuk mendapatkan ganjaran. Dalam pandangan Allah dan qadha'-Nya semuanya baik.

Orang yang lebih memilih mati hanya karena ia ingin berzikir, bertolak-belakang dengan contoh yang ada dalam ayat berikut.

"Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kami tentulah mereka tidak terbunuh." Katakanlah: "Tolaklah kematian itu darimu, jika kamu orang-orang yang benar."" (QS. Ali 'Imran: 168)

(sumber: La Tahzan, Dr. 'Aidh al-Qarni)

Jumat, 21 Desember 2012

Lain Lubuk Lain Kepala

Lain lubuk lain airnya lain pula ikannya
Lain orang lain kepala lain pula hatinya
Ada yang berbudi, ada pendengki
Ada yang peramah, ada pemarah
Lain lubuk lain airnya lain pula ikannya
Lain orang lain kepala lain pula hatinya

Tanya dirimu termasuk orang yang manakah
Supaya tahu siapakah anda sebenarnya
Bila ternyata anda termasuk yang celaka
Perbaikilah kelakuan anda secepatnya

Kalau sudah anda berbudi mudah mengarahkannya
Kalau sudah mengenal diri mudah tuk merubahnya
Bila kau pendusta coba jujurlah
Bila kau pendosa coba sadarlah
Lain lubuk lain airnya pula ikannya
Lain orang lain kepala lain pula hatinya

(Diciptakan oleh: Rhoma Irama)

Senin, 22 Oktober 2012

Menghadapi Permasalahan

Imam Syafi'i RA, berkata :

"Menganggap benar dengan hanya satu pandangan merupakan suatu bentuk ketertipuan.

Berpegangan dengan suatu pendapat itu lebih selamat dari pada berkelebihan dan penyesalan.

Melihat dan berpikir, keduanya akan menyingkap keteguhan hati dan kecerdasan.

Bermusyawarah dengan orang bijak merupakan bentuk kemantapan jiwa dan kekuatan mata hati.

Maka, berpikirlah sebelum menentukan suatu ketetapan, atur strategi sebelum menyerang, dan musyawarahkan terlebih dahulu sebelum melangkah maju ke depan."

Minggu, 21 Oktober 2012

Pekerjaan terberat

Imam Syafi'i RA, berkata :

Pekerjaan terberat itu ada tiga;
Sikap dermawan di saat dalam keadaan sempit,
Menjauhi dosa di kala sendiri,
Berkata benar di hadapan orang yang ditakuti.

Terapi ujub (bangga diri)

Imam Syafi'i RA, berkata :

"Jika engkau mengkhawatirkan munculnya rasa ujub dalam aktifitasmu, maka lihatlah, keridhaan siapa yang kamu inginkan, pahala dari siapa yang kamu harapkan, dan siapa yang kamu takuti, kesehatan mana yang kamu syukuri, cobaan mana yang kamu ingat. Maka jika engkau memikirkan satu di antara hal-hal tadi, niscaya aktifitas yang kamu kerjakan akan tampak kecil di matamu."

Sabtu, 07 April 2012

Lampu Merah

Suatu hari Jaka memacu mobilnya di tengah kota. Amir dan Badu yang ikut menumpang jadi ketar-ketir melihat cara menyetir Jaka yang ugal-ugalan.

"Jak, tadi kan lampu merah, kok lo terus aja? Bisa tabrakan nanti kita..." keluh Amir.

Dengan santai Jaka menjawab, "Ah, abang ane selalu begitu, sampe sekarang sehat-sehat aja."

Tak berapa lama kemudian, mereka tiba di lampu merah berikutnya. Walaupun lampu menyala merah, Jaka tetap tancap gas.

"Wah, kalo begini terus bisa mati kita nih... Paling kaga nginep di rumah sakit..." kata Badu kuatir.

Namun lagi-lagi Jaka menjawab, "Elo bedua tenang aje deh. Abang ane selalu nerobos lampu merah, nyatenye sampe sekarang dia sehat-sehat aje."

Sampai ketika mereka tiba lagi di persimpangan, tiba-tiba lampu hijau menyala. Dengan serta merta Jaka menginjak rem sampai mobilnya berhenti. Amir dan Badu yang heran kemudian bertanya.
"Kok malah berhenti? Kan lampunya hijau?"

"Tentu aje ane berenti," jawab Jaka, "Coba elo bayangin, di sebelah sana kan lagi merah. Lha, kalo abang ane lewat dari sebelah sana gimana? Bisa ancur kita!"

"???" Amir dan Badu geleng-geleng kepala.

Rabu, 14 Maret 2012

Pemimpin yang Zuhud.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," Ustadz Amir menyapa murid-muridnya. Hari itu ustadz Amir datang terlambat.

"Wa alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab murid-murid serempak.

"Selamat pagi, anak-anak, maafkan bapak, hari ini datang agak terlambat," kata Ustadz Amir seraya membuka kitab.

"Selamat pagi pak guru," jawab murid-murid.

"Hari ini bapak akan menceritakan sebuah kisah tentang Khalifah Umar bin Abdul Aziz." Kata Ustadz Amir memulai pelajaran.

"Pada suatu ketika, ada seorang wanita datang dari Irak hendak bertemu dengan Amirul Mu'minin Umar bin Abdul Aziz. Sesampai di pintu rumahnya, dia terheran-heran, kenapa tak ada pengawal atau penjaga rumah. Sehingga dia menyangka salah jalan, atau keliru rumah, lalu bertanya, "Benarkah ini rumah Amirul Mu'minin?"

"Ya," jawab orang-orang.

Wanita itu bertanya kembali, "Apakah tidak ada penjaga pintunya? Saya akan meminta izin padanya."

Mereka menjawab, "Memang tidak ada. Kalau mau, masuk saja."

Wanita itu kemudian masuk, dan didapatinya Fatimah binti Abdul Malik, istri Amirul Mu'minin, sedang duduk dalam rumah. Kedua lengan bajunya disingsingkan, rupanya dia sedang bekerja membuat kain.
Wanita itu mengucapkan salam, yang kemudian dijawab oleh Fatimah, "Masuklah, ahlan halalti, wa sahlan nazalti." (Anggaplah keluarga sendiri, dan singgah di tempat yang nyaman).

Wanita itu memandang sekeliling rumah, tetapi tak ada satu pun barang berharga. Kemudian iapun membalas sambutan tuan rumah, "Sungguh serasa dalam keluarga sendiri saja saya rasakan. Sedang kenyamanan tidak saya dapati di sini. Apakah saya akan tetap meminta rumahku diperbaiki, sedang rumah ini sendiri reyot begini?"

"Demi Allah," kata Fatimah, "Sesungguhnya kalau rumah ini reyot, maka hal itu untuk membangun rumah-rumah kaum muslimin."

Tak lama datanglah Khalifah Umar, lalu masuk rumah seraya mengucapkan salam, dan langsung menuju sumur di sudut rumah. Dikeluarkannya timba dari dalam sumur, lalu airnya diisikan ke dalam bejana-bejana yang ada. Dalam pada itu, dia memangdang terus kepada Fatimah. Mungkin ingin bertanya padanya tentang tamunya itu. Tetapi, wanita itu kemudian berkata kepada Fatimah, "Sembunyilah dari tukang timba ini. Saya lihat dia selalu memandang kepadamu. Alangkah buruknya!"

"Sesungguhnya dia itu bukan tukang timba," kata Fatimah menerangkan, "Dia Amirul Mu'minin."

Mendengar itu, berkatalah wanita itu, "Panjang umurlah engkau untuk kami hai Umar. Sungguh tak ada bedanya engkau dari kami, selain dengan banyaknya kerja keras dan zuhud yang berat."

"Nah anak-anakku hikmah apa yang dapat kita ambil dari cerita tadi?" tanya ustadz Amir pada murid-muridnya.

"Seorang pemimpin yang miskin pak guru," jawab Badu, murid yang suka menjahili temannya.

"Seorang pemimpin yang bekerja keras pak guru," kata Aminah tak mau kalah.

Mendengar jawaban murid-muridnya Ustadz Amir tersenyum, kemudian melanjutkan, "Dari cerita tadi dapat diketahui bahwa, Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah seorang pemimpin zuhud, yang mau bekerja keras untuk rakyatnya, pemimpin yang hidupnya sederhana sehingga beliau dapat merasakan kehidupan rakyatnya yang kesusahan. Sehingga beliau tahu kebutuhan rakyatnya, dan dengan cepat dan adil memenuhi kebutuhan mereka. Begitulah seharusnya menjadi pemimpin. Bukan hanya kepentingan pribadinya saja yang dipikirkan. Mengerti anak-anak?"

"Mengerti pak!" Jawab murid-murid.

"Nah, Anak-anakku semoga kalian dapat mengambil hikmah pelajaran hari ini. Bapak akhiri sampai disini, Insya Allah besok kita bertemu lagi. Billahi Taufiq wal Hidayah, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." kata Ustadz Amir mengakhiri pelajaran.

"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh." jawab murid-murid serempak.

Jumat, 18 Maret 2011

Obat Kegemukan

Imam Syafi'i berkata, "Si gemuk sama sekali tak akan sembuh kecuali menjadi Muhammad bin Hasan."

"Mengapa?" seseorang bertanya penasaran.

"Karena beliau berpikir. Sebab, orang yang berakal pasti berada dalam salah satu dari dua keadaan: memikirkan akhirat dan tempatnya kembali kelak, atau memikirkan dunia dan kehidupannya. Sedangkan kegemukan dan berpikir itu tak pernah bisa bertemu. Jika orang tidak memikirkan akhirat atau dunia, maka ia seperti ternak yang pantas gemuk," jawab Imam Syafi'i.

Dan beliaupun melanjutkan kata-katanya.

Pada zaman dahulu ada seorang raja yang menderita kegemukan. Ia sudah berobat kemana-mana tetapi tak kunjung sembuh. Hingga satu ketika ada orang pandai menghadapnya. Orang pandai itu berkata, "Paduka raja, perkenalkan hamba adalah seorang tabib dan ahli perbintangan. Hamba akan mengamati bintang dan nasib paduka hingga saya bisa memperkirakan obat untuk paduka."

Keesokan harinya orang itu dibawa lagi menghadap raja dan iapun berkata, "Paduka raja, obat apa yang harus saya katakam bagi orang yang umurnya tinggal sebulan? Inilah diri hamba yang akan menjadi jaminannya. Jika saya berbohong, bunuhlah hamba."

Maka sang rajapun memenjarakannya. Namun setengah bulan belum berlalu, badan sang raja sudah kurus (karena memikirkan sisa umurnya). Mengetahui kondisi raja yang demikian, si tabib tadi menghadap raja dan berkata, "Paduka, hamba telah mengobati paduka, sekarang bebaskanlah hamba." Sang raja pun akhirnya membebaskan tabib itu dan memberinya sejumlah hadiah.

Kamis, 17 Maret 2011

Dalam Segala Situasi, Baca Alhamdulillah

Dalam suatu perjalanan, seorang Badui melihat seorang Muslim tengah melakukan shalat. Agaknya, Muslim itu benar-benar hanyut dalam ibadahnya. Dari wajah dan tingkah lakunya, kelihatan bahwa dalam shalatnya itu ia sudah tidak terikat dengan alam sekitarnya, selain tubuhnya. Adapun hati dan perasaannya, ada bersama Allah.

Badui kafir memperhatikan terus, dan tiba-tiba, orang tadi tak bisa lagi berdiri. Namun, shalatnya diteruskan juga sambil duduk. Ahli ibadah itu tampak lemah. Satu dari kedua tangannya pun telah layu dan tak bisa bergerak lagi. Wajahnya menyimpan tanda-tanda penyakit berat, sementara tubuhnya betul-betul kurus dan tidak berdaya.

Tetapi, begitu selesai dari shalatnya, ia bersuara keras-keras dengan penuh kegembiraan yang dalam. "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari bencana yang banyak menimpa orang-orang selain aku."

Tentu saja orang kafir itu heran sekali, lalu bertanya kepada si Muslim, "Aneh, saya lihat kau sangat sengsara, tetapi kau masih juga memuji Tuhan atas karunia-Nya, dan bencana apakah yang kau maksud, yang telah dikehendaki Tuhan atas dirimu?"

"Alhamdulillah," kata si Muslim, "Segala puji bagi Allah, karena Dia telah membiarkan lidahku tetap memuji-Nya, Alhamdulillah atas segala karunia-Nya, Alhamdulillah..."

"Tahukah kau, bahwa penyakit yang telah melumpuhkan tangan dan kakimu, akhirnya akan memakan lidahmu?" tanya si kafir.

Tapi, Muslim itu masih menjawab, "Kenapa saya harus merisaukan lidahku? Bukankah lidahku ini berbicara sekadar menyatakan apa yang ada dalam hati? Bila hatiku masih dapat memuji, bersyukur dan menyebut nama Tuhan, bukankah itu sudah cukup bagiku?"

"Dan kalau itu betul-betul terjadi, apalagi yang patut kau puji, kau syukuri, dan kau sebut-sebut nama Tuhan?" tanya si kafir.

Aku akan tetap memuji, mensyukuri dan menyebut nama-Nya. Karena, Dia telah menciptakan aku dari tiada, dengan segala rahmat dan belas kasih-Nya. Dia telah memberi aku makan sejak aku masih di dalam perut ibu, lalu aku dipelihara dan diberi rezeki sampai saat ini. Bahkan, sampai aku mati kelak, meski aku diwaktu itu sudah tak bisa disebut hidup lagi.
Segala puji bagi Allah atas segala karunia-Nya yang telah menciptakan aku dan memberiku rezeki sampai mati. Bila maut itu merupakan kehidupan lain kelanjutan dari kehidupan dunia yang fana ini, maka saya yakin karunia Tuhan akan tetap ada. Maka, pujiku kepada Allah pun akan tetap aku lakukan sampai sesudah mati sekalipun, sampai saat kebangkitan tiba, dan seterusnya. Bahkan, takkan ada habis-habisnya, selagi kehidupan sesudah kiamat tetap berlangsung."

"Itu benar, saudaraku...," orang kafir itu akhirnya mengakui. "Memang, segala puji bagi Allah, segenap rasa syukur patut dipanjatkan kepada-Nya, dan segala zikir dan sebutan, Dia juga yang memilikinya. Saksikanlah aku wahai saudaraku, bahwa aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah. Terimalah ke-Islamanku, Tuhanku, jadikanlah aku termasuk orang yang gemar memuji, bersyukur dan berzikir kepada-Mu."

(Kisah-kisah Teladan sepanjang sejarah Islam; Ir. Abdul Razaq Naufal; )

Minggu, 31 Oktober 2010

Hidup

Hidup itu tak dapat diterka
Kita tak pernah tahu mau jadi apa kita kelak
Kita tak pernah tahu apa yang kan terjadi esok
Hari ini kita tertawa gembira,
Bisa jadi esok kan menangis merana
Hari ini masih bersama-sama,
Siapa yang tahu esok semuanya tlah sirna
Siapa yang tahu esok tak pernah berubah

Hidup ini bak roda pedati yang berputar
Kadang diatas, kadang dibawah
Yang diatas sewaktu-waktu bisa jatuh kebawah
Yang dibawah sewaktu-waktu bisa naik keatas
Yang kaya sewaktu-waktu bisa jatuh miskin
Yang miskin sewaktu-waktu bisa jadi kaya
Entah sebab usaha atau hadiah pusaka

Hidup bisa juga seperti roda pedati yang terhenti tak pernah berputar
Yang diatas tetap berada diatas
Yang dibawah tak pernah beranjak keatas
Yang kaya tetap kaya karena usahanya
Yang miskin tak pernah menjadi kaya walaupun terus berusaha

Hidup memang penuh perjuangan
Ada yang berjuang untuk kemerdekaan
Ada yang berjuang untuk kejayaan
Ada yang berjuang untuk negara
Ada yang berjuang untuk keluarga
Ada yang berjuang untuk cinta
Ada pula yang berjuang untuk sekedar mempertahankan nyawa

Hidup memang penuh warna
Ada yang mengharu biru, ada pula yang kelabu
Ada yang sedih, ada pula yang gembira
Ada yang senang, ada pula yang susah
Kadang yang sedih bisa tertawa
Kadang yang senang bisa menjadi susah

Hidup itu romantika
susah senang, sedih atau gembira
nikmati sajalah.

Selasa, 24 November 2009

Hadits-hadits tentang kiamat

Akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan dengan film '2012', yang secara garis besar menggambarkan akan terjadinya hari kiamat pada tanggal 21-12-2012 berdasarkan ramalan suku Maya di Amerika Selatan. Benarkah demikian?
Allahu a'lam bisshowab, Hanya Allah swt. sajalah yang mengetahuinya.
Dalam tulisan ini saya ingin menyampaikan sebuah hadist tentang ramalan.

-Dari Shofiyyah binti Abu Ubaid dari salah seorang istri Nabi saw., beliau bersabda: "Barangsiapa datang kepada tukang ramal kemudian menanyakan sesuatu dan ia mempercayainya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh lima hari."
(HR. Muslim)

Berikut ini adalah hadits-hadits yang menerangkan tentang hari kiamat.

1. Dari Abi Hurairah ra., ia berkata: "Ketika Rasulullah saw. sedang dalam perjalanan suatu majlis berbincang dengan sekelompok orang (para sahabat), datanglah kepada beliau seorang desa yang lantas saja bertanya: "Kapankah hari kiamat itu?" Rasulullah saw. meneruskan pembicaraannya. Sebagian orang berbisik: "Beliau (Rasulullah) mendengar apa yang ditanyakan orang itu, tetapi tidak suka apa yang ditanyakan itu." Yang lain berkata: "Tidak, beliau tidak mendengar." Setelah pembicaraan beliau selesai, beliau bertanya: "Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?" Orang yang bertanya menyahut: "Ini aku wahai Rasulullah." Rasulullah bersabda: "Apabila amanat telah disia-siakan, maka tunggulah hari kiamat." Orang itu bertanya: "Bagaimana menyia-nyiakan amanat itu?" Rasulullah bersabda: "Apabila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah hari kiamat."
(HR. Bukhari)
-Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi

2. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Demi Zat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, dunia tidak akan hancur sehingga ada orang yang melewati kubur orang lain, maka dia berhenti lalu berkata: "Alangkah senangnya jika aku yang menjadi penghuni kubur ini," dan demikian itu bukan ajaran agama, hanya karena beratnya cobaan di dunia."
(HR. Bukhari dan Muslim)
-Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi.

3. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Hari kiamat tidak akan datang sebelum sungai Eufrat memunculkan suatu bukit emas yang menimbulkan perang, dimana setiap seratus orang akan mati sembilan puluh sembilan, dan masing-masing orang di antara mereka itu berkata: "Semoga saya yang selamat."
Dalam sebuah riwayat dikatakan: "Sungai Eufrat nyaris memunculkan emas yang disimpannya, barangsiapa yang mendapatkannya, maka janganlah ia mengambil sesuatu daripadanya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
-Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi.

4. Dari Abu Sa'id Al Khudriy ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Nanti pada akhir zaman ada di antara pemimpin-pemimpin kalian yang menabur-naburkan uang dan tidak bisa dihitung."
(HR. Muslim)
-Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi.

5. Dari Abu Musa Al Asy'ariy ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda: "Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana seseorang berkeliling mengeluarkan sedekah yang berupa emas, tetapi tidak ada seorangpun yang bersedia menerimanya. Dan akan kelihatan seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh perempuan yang ingin berlindung kepadanya, karena sedikitnya orang laki-laki dan banyaknya orang perempuan."
(HR. Muslim)
-Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi.

6. Di antara tanda-tanda (datangnya) kiamat ialah: ada orang di dalam masjid tapi tidak melaksanakan shalat dua rakaat, orang tidak lagi mengucapkan salam kecuali kepada orang yang dikenalnya, dan anak kecil menyuruh-nyuruh orang tua.
(HR. At Thabrani dari Ibnu Mas'ud)
-Mukhtar Al Hadits: 159

7. Ketika hari kiamat telah dekat, maka manusia semakin rakus pada dunia dan semakin jauh dari Allah.
(HR. Hakim dari Ibnu Mas'ud)
-Mukhtar Al Hadits: 30

8. Di akhir zaman sedikit sekali ditemukan uang yang halal dan saudara (teman) yang dapat dipercaya.
(HR. Ibn Asakir dari Ibn Umar)
-Mukhtar Al Hadits: 31

9. Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana orang mukmin di waktu itu lebih hina daripada dombanya.
(HR. Ibn Asakir dari Anas)
-Mukhtar Al Hadits: 186

10. Di akhir zaman nanti banyak orang ahli ibadah yang bodoh dan ahli qira'ah yang fasik.
(HR. Abu Na'im)
-Mukhtar Al Hadits: 188

11. Akan datang suatu zaman dimana manusia tak lagi mempedulikan apakah yang dia cari itu halal ataukah haram.
(HR. Bukhari dari Abu Hurairah)
-Jawahir Al Bukhari

12. Rasullah saw. bersabda: "Akan datang kepada umatku suatu zaman dimana mereka mencintai lima perkara dan melupakan lima perkara, yaitu: mereka mencintai dunia dan melupakan akhirat, mencintai hidup dan melupakan mati, mencintai gedung dan melupakan kubur, mencintai harta dan melupakan hari penghitungan, dan mencintai makhluk dan melupakan Khalik.
(Tertulis dalam Nashaih Al Ibad: 36-37)

Akhir kata, perbanyaklah ibadah selagi masih diberi nikmat sehat, perbanyaklah amal dan sedekah selagi masih ada yang menerima dan membutuhkannya. Sebab kita tidak tahu kapan azal akan menjemput, kita tidak tahu kapan sangkakala akan ditiup, kita tidak tahu kapan hari itu akan tiba.

Kamis, 15 Oktober 2009

Jatuh Cinta Lagi

Dia
Rambut lurusnya yang hitam indah
Matanya yang bening mempesona
Pipinya yang merah merona
Duh... Aku jatuh cinta lagi

Dia
Yang membuat hati ini berdebar
Saat mendengar namanya
Yang membuat jantung ini berdetak kencang
Saat berada di dekatnya
Yang membuat bibir ini bergetar
Saat bicara dengannya
Duh... Aku jatuh cinta lagi

Dia
Pujaan hatiku
Impian hidupku
Belahan jiwaku
Sungguh aku jatuh cinta lagi

Sabtu, 01 Agustus 2009

Blog

Sering saya membaca artikel tentang blog, blogger, atau blogging. Saya tak mengerti apa itu blog, lalu saya coba masuk kebeberapa blog orang lain. Ternyata isinya macam-macam, ada yang berisi berita, ada yang berisi foto-foto, ada yang narsis, ada yang berpromosi, dan ada juga cuma berisi kegiatannya sehari-hari atau diary.
Lalu saya coba googling dengan kata kunci 'free blog', hasilnya banyak sekali situs-situs yang menyediakan blog gratisan, dari yang sudah saya tahu seperti Blogspot, Wordpress, Multyply, Livejournal, Typepad, Xanga, sampai yang saya baru tahu, seperti Blogtext, Blogsome, Blogster, Blogs.com, Tought.com, Vox.com, dan masih banyak lagi. Kesemuanya menyediakan ruang untuk blog gratisan. Kesemuanya juga menawarkan kemudahan dalam membuat sebuah blog, bahkan bagi pemula sekalipun. Kini setelah saya coba membuat sebuah blog, ternyata ada keasyikan sendiri, ada kesenangan sendiri.
Kita dapat menulis apa saja yang kita suka, kita dapat menulis sebuah cerita lalu mempostingnya tanpa takut cerita kita tak dimuat sebagaimana kalau kita mengirim sebuah cerita ke penerbit. Kita juga dapat berbagi ilmu, berbagi gagasan, berbagi pengalaman, juga menambah pendapatan. Kendalanya bagi saya adalah kadang tidak tahu apa yang mau dituliskan.
Selamat Berkarya

Kamis, 09 Juli 2009

Tentang Mimpi: Etika, Kebenaran dan Macamnya


Ketika kamu bermimpi tentang sesuatu yang menyenangkan, maka sebenarnya mimpi tersebut datang dari Allah, karenanya pujilah Allah dan ceritakanlah mimpi tersebut (kepada orang yang kau sukai). Namun, ketika kamu bermimpi tentang sesuatu yang tidak menyenangkan, maka sebenarnya mimpi tersebut datang dari setan, karenanya mintalah perlindungan kepada Allah dari (keburukan)nya dan janganlah kamu ceritakan kepada orang lain supaya mimpi buruk itu tidak membahayakanmu.
(HR. AL-BUKHARI dari Abi Sa'id)

Ketika kamu bermimpi buruk, maka meludahlah ke arah kiri sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan Allah dari godaan setan (dengan membaca ta'awuz) sebanyak tiga kali, kemudian rubahlah posisi tidurmu.

(HR. MUSLIM dari Jabir)

Mimpi baik seorang lelaki shalih merupakan satu bagian dari 46 bagian sifat kenabian.

(HR. AL-BUKHARI dari Anas bin Malik)

Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka dia benar-benar melihatku, karena setan tak mungkin bisa menyerupaiku."

(HR. AL-BUKHARI dari Abi Sa'id Al-Khudri)

Mimpi itu ada tiga, yaitu:

1) mimpi (bersumber pada) pemenuhan hati,
2) rasa ditakut-takuti setan, dan
3) kesenangan dari Allah.
(HR. AL-BUKHARI dari Abi Sitin dari Abi Hurairah)

Selasa, 30 Juni 2009

5 Ucapan Sedekah Kepada Orang Yang Bersedekah


Ketika sedekah keluar dari tangan pemiliknya, maka ia lebih dahulu jatuh di tangan Allah sebelum sampai pada tangan penerimanya, kemudian sedekah itu pun berkata kepada Allah dengan lima perkataan, yaitu:
1. Saya kecil, maka besarkanlah saya;
2. Saya sedikit, maka perbanyaklah saya;
3. Saya benci, maka cintakanlah saya;
4. Saya adalah binasa, maka kekalkanlah saya;
5. Saya adalah penjaga, maka sekarang saya telah menjadi sang penjaga bagimu (orang yang bersedekah).

(HR. ALI BIN ABI THALIB, Ushfuriyah: 10)


Manfaat Bersedekah.

Sedekah bisa menolak 70 pintu bencana, maka sembuhkanlah orang-orang sakitmu dengan sedekah, jagalah hartamu dengan sedekah, sedekah bisa menetralisir murka Allah, sedekah bisa melembutkan hati dan bisa menambah umur.
(Tertulis dalam Ushfuriyah: 11)

[dikutip dari: "260 HIKMAH NABI", oleh: Rajul Wachid, penerbit: Pustaka Aum Shantih, 2005]

Jumat, 26 Juni 2009

Rahasia di Balik Haid

Tak ada seorang wanita yang haid kecuali haidnya itu menjadi pelebur bagi dosa-dosanya yang telah lalu, dan jika ia di awal (haid)nya berucap "Alhamdulillah 'ala kulli halin wa astaghfirullah min kulli dzanbin", maka Allah akan mencatatnya sebagai orang yang terbebaskan dari api neraka, sanggup melintasi shirath al-mustaqim, selamat dari siksaan, dan ketika ia adalah orang (yang senang) menzikir Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya pada setiap siang dan malamnya setingkat derajatnya 40 orang yang mati syahid.

-HR. Aisyah ra, Durrah An-Nashihin: 44
[dikutip dari buku: "260 HIKMAH NABI", oleh: Rajul Wachid, penerbit: Pustaka Aum Shantih, Yogyakarta, 2005]

Rahasia di Balik Shalat

Shalat itu kesenangan Allah Swt, kecintaan para malaikat, teladan para nabi, cahaya ma'rifah, pondasinya iman, terkabulnya do'a, diterimanya amal perbuatan, berkah dalam rizki, pedang untuk melawan musuh, sesuatu yang dibenci setan, penolong antara si pelakunya dan malaikat maut, penerang di alam kubur, untuk menjawab (pertanyaan) Munkar dan Nakir.
Di hari Kiamat, shalat dapat menjadi tempat bernaung pelakunya, sebagai penutup kepalanya, menjadi pakaian bagi tubuhnya, menjadi cahaya yang menyinari sekelilingnya, menjadi penghalang antara pelakunya dan api neraka, menjadi hujjah bagi orang-orang mukmin di hadapan Tuhannya, bisa menambah berat timbangan, membantu melewati shirat al-mustaqim, menjadi kunci masuk surga, karena sesungguhnya shalat itu tasbih, tamjid (pengagungan), taqdis (menyucikan), qiraah (yang baik), do'a, dan tahmid (pujian), dan karena perbuatan yang paling afdhal adalah shalat, semua shalat.

-diriwayatkan dari Ja'far bin Muhammad dari Ayahnya dari Kakeknya, Khazinatul Asrar: 26

[dikutip dari buku: "260 HIKMAH NABI", oleh: Rajul Wachid, penerbit: Pustaka Aum Shantih, Yogyakarta, 2005]

Keistimewaan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Bismillah adalah segalanya karena begitu istimewanya kalimat ini. Inilah delapan keistimewaannya: 1. Bismillah lambang tauhid, sedangkan nama-nama selain Allah lambang kekafiran. 2. Bismillah lambang kekekalan dan apa saja yang tidak memiliki warna ketuhanan lambang kebinasaan. 3. Bismillah lambang kerinduan kepada Allah serta berserah diri kepada-Nya. 4. Bismillah lambang keluar dari kesombongan dan menyatakan kelemahan di hadapan Allah. 5. Bismillah langkah pertama dari penghambaan dan peribadahan. 6. Bismillah lambang pengusiran setan. Barangsiapa senantiasa bersama Allah, setan tidak akan pernah mampu mempengaruhinya. 7. Bismillah hal yang menyucikan pekerjaan dan jaminan atas pekerjaan. 8. Bismillah suatu pengakuan tidak pernah melupakan Allah seorang hamba. Barang-barang pabrik dan perusahaan memiliki cap dan tanda sendiri. Misalnya, sebuah pabrik keramik akan memberikan tanda pada semua gelas dan piring baik besar maupun kecil. Sebuah bendera akan dikibarkan di suatu negara, di atas kapal dan perahu berkebangsaan negara tadi, atau bisa juga diletakkan di atas meja kantor. Tanda dan lambang ini berguna sebagai petunjuk bagi manusia. Mengingat nama Allah tanda seorang Muslim. Rasulullah Saw bersabda, "Tatkala seorang guru mengajarkan Bismillah ar-Rahman ar-Rahim kepada muridnya, Allah mencatat dalam buku catatan amal milik anak, ayah, ibu, dan guru keselamatan dari api neraka." [dikutip dari: "KISAH-KISAH BISMILLAH, karya: Ahmad Mir Khalaf Zadeh & Qasim Mir Khalaf Zadeh, penerbit: Qarina]